Aplikasi SIPP

Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), merupakan aplikasi administrasi dan penyediaan informasi perkara baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara (jadwal sidang sampai dengan putusan) melalui aplikasi ini.
Aplikasi SIPP

Whistleblowing System

Whistleblowing System adalah aplikasi yang disediakan oleh Pengadilan Agama Purwakarta bagi Anda yang memiliki informasi dan ingin melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan Pengadilan Agama Sragen
Whistleblowing System

Telusuri serta awasi jalannya proses penyelesaian perkara anda secara online pada aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara.

Anda Sudah Mendaftar ?, Pantau Proses Perkara Anda.!

PEMBINAAN DIRJEN BADILAG MAHKAMAH AGUNG RI

PEMBINAAN DIRJEN BADILAG MAHKAMAH AGUNG RI

DAN

PELANTIKAN SERTA PENGAMBILAN SUMPAH PANITERA PENGADILAN TINGGI AGAMA SEMARANG

PELANTIKAN

             Hari Jumat  tanggal 09 Maret 2018, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang Dr.H. Bahruddin Muhammad , SH,MH. melantik  Panitera  Pengadilan Tinggi Agama Semarang yang baru yaitu  Tukiran, SH, M.H yang   dihadiri oleh Ketua, Panitera dan Sekretaris Pengadilan Agama Se Jawa Tengah dan Tamu Undangan. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan Sambutan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang dan Pembinaan Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Dr.H. Abdul Manaf, MH.  Setelah acara pelantikan  dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang Dr.H.Bahruddin Muhammad, M.H. , dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa  warga Peradilan di bawah Pengadilan Tinggi Agama Semarang patut bangga dan bersyukur dengan kehadiran  Bapak Tukiran, SH,MH sebagai Panitera Pengadilan Tinggi Agama Semarang sekaligus merupakan mantan Sekretaris Jenderal Direktorat Badan Peradilan Agama  dan juga berpengalaman di bidang kepaniteraan karena pernah menjabat sebagai Panitera/Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Medan dan Pengadilan Tinggi Agama Palembang dimana diberikan amanah untuk mengisi kekosongan Panitera Pengadilan Tinggi Agama semarang sejak bulan Mei 2017 yang sebelumnya selama 10 bulan dijabat oleh Pelaksana Tugas Panitera Muda Hukum Drs.H.Mukhidin. Dengan banyaknya pengalaman di bidang kesekretariatan dan kepaniteraan tidak diragukan lagi kepemimpinan beliau dan berharap institusi kita yang berada di bawah Pengadilan Tinggi Agama Semarang bisa berjalan ke arah yang lebih baik sehingga kita dapat melakukan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat luas.

PEMBINAAN KPTA

Beliau jugamengucap syukur ke Hadirat Allah SWT telah terlaksananya dengan baik dan khidmat acara pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat yang baru. Dengan hadirnya Panitera yang baru dan dengan pengalaman dan ilmu beliau yang merupakan mantan Sekretaris jenderal  Badan Peradilan Agama   tentu paham betul apa yang menjadi prioritas kebijakan-kebijakan Ditjen Badilag, sehingga memahami betul kemana seharusnya Peradilan Agama di Jawa Tengah ini khususnya di bidang kepaniteraan harus dibawa. Peradilan Agama di jawa Tengah saat ini  sedang mencurahkan perhatian  dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan melalui Sistem Akreditasi Penjaminan Mutu (SAPM) untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan hadirnya beliau tentu akan memberi semangat yang lebih kepada kita semua untuk mengimplementasikan program SAPM Badilag MARI sebagaimana yang diharapkan. Dan diharapkan beliau bisa menjadi motor dan mitra/partner bersama Sekretaris PTA Jawa Tengah, Bp. H. Nursani, S.H., yang juga berasal dari Mahkamah Agung R.I., untuk meningkatkan kinerja Pengadilan Tinggi Agama Semarang  dan Pengadilan Agama se Jawa Tengah. Sebagaimana disebutkan dalam Perma Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan Peradilan, bahwa telah terjadi pemisahan jabatan antara Panitera dan Sekretaris, yang sebelumnya jabatan Panitera dan Sekretaris dirangkap oleh satu orang, yaitu seorang Panitera/Sekretaris. Maka praktis sejak akhir tahun 2015, karena diundangkannya Perma tersebut  pada bulan Oktober 2015, sudah tidak ada lagi penyebutan Panitera/Sekretaris, tapi hanya Panitera saja dan Sekretaris saja. Pemisahan jabatan ini tujuannya tidak lain agar pengelolaan administrasi peradilan dan administrasi umum kesekretariatan berjalan lebih baik dan lebih profesional.

Untuk itu setelah terjadinya pemisahan yang tegas seperti ini tentunya akan membawa pengaruh yang positif terhadap peningkatan kinerja, karena sekarang Panitera sudah fokus dan konsentrasi hanya mengelola administrasi kepaniteraan, sehingga tidak ada alasan lagi bagi seluruh Panitera baik di Tingkat Banding maupun Tingkat Pertama untuk tidak tertib administrasinya, demikian pula dengan Sekretaris Tingkat Banding dan Tingkat Pertama lebih profesional dalam bidangnya masing-masing.

Di akhir sambutan beliau berpesan bahwa Peran aktif Ketua Pengadilan Agama selaku Top Manajer adalah  menselaraskan tugas-tugas Panitera dan Sekretaris betul-betul diharapkan, sehingga keterpaduan gerak langkah pelaksanaan tupoksi masing-masing dapat dijaga sinergisitas dan kekompakannya. Sehingga Panitera dan Sekretaris dapat bekerjasama dengan baik dan tetap menjaga suasana keharmonisan dalam bekerja, koordinasi dan konsultasi dapat berjalan dengan baik, jangan sampai ada yang merasa lebih tinggi atau lebih dominan dengan merendahkan yang lain, berdiri sama tinggi duduk sama rendah. Alhamdulillah di PTA Jawa Tengah selama ini 4 (empat) empat unsur Pimpinan Pengadilan Agama, yaitu: Ketua, Wakil, Panitera dan Sekretaris bisa berjalan dengan sinergis.

PEMBINAAN DIRJEN

Berakhirnya sambutan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang dilanjutkan dengan pembinaan Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Dr.H. Abdul Manaf, M.H. di dalam pembinaan beliau menenkankan bahwa setiap elemen Peradilan khusunya Peradilan Agama selalu menjaga diri dan bertertib diri, menaati segala peraturan serta menerapkan 13 etika di tempat kerja yaitu  Memahami aturan tak tertulis di tempat kerja, tepat waktu, mengenakan busana kerja yang pantas, Menjauh dari gosip, selalu meminta ijin saat meminjambarang, bertutur sopan dan selalu ucapkan terimakasih, jangan menyela pembicaraan, pelankan suara, kontrol telepon seluler,jangan berisik kalau mendengarkan musik, Hargai privasi orang lain, Jangan jadi sumber bau, dan yang terakhir adalah untuk senantiasa menjaga kerapian area kerja. Selain menerapkan 13 etika di tempat kerjatersebut beliau juga berpesan bahwa soal etika bukan soal adil atau tidak tetapi soal kepatutan, contohnya seorang hakim yang melanggar bukan hukum tapi etika hakim itu. Beliau juga menyinggung tentang kebersihan di Pengadilan Agama bahwa sebagai pelayan masyarakat kebersihan kantor terutama fasilitas-fasilitas publik harus menjadi prioritas utama. Di akhirpenghujung pebinaannya beliau berpesan bahwa segenap elemen di dalam Peradilan Agama untuk saling bantu membantu satu sama lain, saling menghargai serta saling menjaga kerukunan.




Pelayanan Prima, Putusan Berkualitas