Aplikasi SIPP

Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), merupakan aplikasi administrasi dan penyediaan informasi perkara baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara (jadwal sidang sampai dengan putusan) melalui aplikasi ini.
Aplikasi SIPP

Whistleblowing System

Whistleblowing System adalah aplikasi yang disediakan oleh Pengadilan Agama Purwakarta bagi Anda yang memiliki informasi dan ingin melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan Pengadilan Agama Sragen
Whistleblowing System

Telusuri serta awasi jalannya proses penyelesaian perkara anda secara online pada aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara.

Anda Sudah Mendaftar ?, Pantau Proses Perkara Anda.!

SOP Cerai Gugat Lainnya

PROSEDUR DAN PROSES DAN PERKARA GUGATAN LAIN

PROSEDUR :


Langkah langkah yang harus dilakukan penggugat :
1. Mengajukan gugatan secara tertulis atau lisan kepada pengadilan agama  (pasal 118 HIR, 142 R. Bg).
2. Gugatan diajukan kepada Pengadilan Agama

  1. yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman tergugat
  2. bila tempat kediaman Tergugat tidak diketahui, maka gugatan di ajukan kepada Pengadilan Agama yang di daerahnya hukumnya meliputi tempat kediaman Penggugat.
  3. Bila mengenai benda tetap maka gugatan dapat di ajukan kepada pengadilan agama, yang daerah hukumnya meliputi tempat letak benda tersebut. Bila benda tetap tersebut terletak di beberapa pengadilan agama/mahkamah syar’iyah, maka gugatan dapat di ajukan ke salah satu Pengadilan agama yang di pilih oleh Penggugat (Pasal 118 HIR, 142 RBG)

3. Membayar biaya perkara (Pasal 121 ayat 4 HIR, 145 ayt 4 RGB, Jo. Pasal 49 UU No. 7 tahun 1989), bagi yang tidak mampu dapat berperkara secara cuma-cuma (Prodeo) (Pasal 237 HIR, 273 RGB)
4. Penggugat dan Tergugat atau kuasanya menghadiri sidang pemeriksaan berdasarkan panggilan pengadilan agama (Pasal 121. 124 dan 125 HIR, 145 RGB)

PROSES PENYELESAIAN PERKARA :


1. Penggugat atau kuasanya mendaftarkan gugatan ke pengadilan agama
2. Penggugat dan Tergugat di panggil oleh pengadilan agama untuk menghadiri persidangan
3. a. Tahapan persidangan :

  1. Pada pemeriksaan sidang pertama, Hakim berusaha mendamaikan kedua belah pihak
  2. Apabila tidak berhasil, maka Hakim mewajibkan kepada kedua belah pihak agar lebih dahulu menempuh mediasi (PERMA No.2 tahun 2003);
  3. Apabila mediasi tidak berhasil, maka pemeriksaan perkara di lanjutkan dengan membacakan surat Gugatan, jawaban, jawab menjawab, pembuktian dan kesimpulan dalam tahap jawab menjawab (Sebelum pembuktian) Tergugata dapat mengajukan rekonpensi/gugat balik (Pasal 132 HIR, 158 RGB). Dalam tahap jawab menjawab (sebelum pembuktian) Tergugat dapat mengajukan gugatan rekonpensi/gugatan balik (Pasal 132a HIR, 158 RBG)

b. Putusan Pengadilan Agama atas Gugatan tersebut sebagai berikut :

  1. Gugatan di kabulkan. Apabila Tergugat tidak puas dapat mengajukan banding melalui pengadilan agama tersebut.
  2. Gugatan di tolak. Penggugat dapat mengajukan banding melalui pengadilan agama/mahkamah syar’iyah tersebut.
  3. Gugatan tidak diterima. Penggugat dapat mengajukan gugatan baru.

4. Setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap, kedua belah pihak dapat meminta salinan putusan (Pasal 185 HIR, 196 RBG)
5. Apabila pihak yang kalah di hukum untuk menyerahkan obyek sengketa kemudian tidak mau menyerahkan secara suka rela maka pihak yang menang dapat mengajukan permohonan eksekusi kepada pengadilan agama yang memutus perkara tersebut.




Pelayanan Prima, Putusan Berkualitas